[Review Buku] Double Spin Round By Miyashita Natsu Dan Shoji Yukiya




Double Spin Roundoleh Miyashita Natsu dan Shoji Yukiyapenerbit HaruPenerjemah: Andry SetiawanPenyunting: Arumdyah TyasayuDesign Cover : Chyntia YanethaCetakan Pertama; Febuari 2016; 268 hlmRate 3 of 5
Siapa pun pasti punya rahasia. Madoka dan Yuichi adalah kakak beradik dengan umur yang cukup jauh dan sifat yang bertolak belakang. Madoka masih duduk di bangku SD , sedangkan Yuici sudah SMA. Madoka menyukai Judo, sedangkan Yuichi adalah anggota band. Keluarga mereka hidup baik-baik saja sampai Madoka menerima sebuah panggilan telepon dari orang yang tak dikenal. Satu panggilan telepon mengubah keluarga yang tadinya baik-baik saja menjadi keluarga yang menyimpan rahasia satu sama lain. Apa sebenarnya rahasia keluarga mereka? ***
Madoka adalah adik yang manis, memiliki kakak yang super keren dan seorang pemain band bernama Double Spin Round. Nama tersebut diambil dari dua pusaran rambut Madoka yang katanya membawa kebahagian. “Dari dulu katanya orang yang punya dua pusaran rambut itu orang yang bahagia.” – hal 6 Madoka dan Yuichi memiliki keluarga yang sempurna. Ayah dan ibu yang tidak pernah bertengkar dan kakek yang baik hati sekaligus tegas. Kehidupan mereka pun sempurna, meskipun mereka tidak kaya raya tapi mereka hidup berkecukupan. Karena selain dari pendapatan ayah, kakek juga membuka dojo dan klinik tulang di samping rumah mereka. Tidak ada yang lebih membahagian daripada berkumpul bersama keluarga. 
Dan hal yang paling Madoka banggakan adalah kakaknya. Begitu pula Yuichi yang sangat menyanyangi adiknya yang manis. Kau tahu Madoka? Kakakmu ini, selalu berusaha agar tidak mengkhianati perasaanmu itu. – hal 28 Suatu hari Madoka menerima telepon dari seseorang wanita bernama Ashida Nobuko. Ia mengaku sebagai teman lama ibu Madoka, tapi ibu Madoka tidak mengenal wanita tersebut. Dan Madoka pun melupakan sang penelpon tersebut.
Tapi di lain kesempatan, ada wanita bernama Ashida Nobuko yang menonton konser band Yuici dan menyukai band tersebut. Ini kedua kalinya aku mendengar nama itu. Ashida Nobuko-san? Apa-apaan ini? – hal 30 Apakah ini kebetulan?
Atau memang ada dua orang yang sama memiliki nama Ashida Nobuko?
Yang Madoka dan Yuici tahu, sejak nama itu muncul dalam kehidupan mereka, ada rahasia yang terendus oleh Madoka dan Yuici. Dan mereka berdua mencoba memecahkannya.
***
Pertama mau bilang, gemesss banget kalau punya adik cewek kayak Madoka. Gak cerewet, gak cengeng, kuat, tapi kadang-kadang bisa manja banget. Dan Yuichi juga jadi favorit aku disini. Mereka berdua memang tokoh utama yang menarik perhatian dengan sifat dan karakter masing-masing.
Yup, sudut pandang yang digunakan bergantian antara Yuici dan Madoka, jadi kita bisa tahu sifat masing-masing tokoh utama tersebut.
Tapi aku lebih suka sudut pandang Madoka, disitu aku lebih merasakan emosi dan perasaan Madoka sebagai anak perempuan yang selalu di anggap kuat karena ia menekuni Judo. Aku suka ketika Madoka merasa kesal selalu di kira bukan anak perempuan, bagaimana sifatnya yang kanak-kanak mudah ditebak oleh orang sekitar dan bagaimana ia mencoba tidak menangis saat ia merasakan perubahan sikap dari ibunya. Intinya aku lebih mengenal keluarga itu dari sudut pandang Madoka.
Sedangkan Yuici yang (mungkin) lebih dewasa dari Madoka, lebih cenderung menceritakan masalah yang membenaninya kepada teman-teman band-nya. Dan Yuichi pun lebih memusingkan masa depan band mereka. Seperti universitas, bagaimana band itu terus bertahan menjaga rahasianya sendiri. Untuk bagian Yuichi aku agak cenderung bosan bacanya. Tapi bagusnya, dari sudut pandang Yuichi, aku disuguhi analisis-analisis tentang rahasia yang sedang ditutupi oleh keluarganya. Ah, kalau saja kami punya bakat yang hebat agar tidak perlu memikirkan itu semua. – hal 35
Keluarga
Novel ini kan membicarakan rahasia keluarga yang berpusat pada ibu, tapi sayangnya, ibu tidak mendapat porsi yang begitu memuaskan disini. Semua karakter yang ada disini (ayah dan kakek) lebih banyak diceritakan oleh Madoka dan Yuici. Kemuculan Ishigo dan Ashida tepat pada waktunya. Memang terasa banget kebetulannya, tapi masih enak dicerna bacaannya.  
Interaksi Yuichi-Madoka pun sebagai saudara sangat akur. Yuichi jelas banget sayang sama Madoka dan membanggakan betapa manisnya adik ceweknya itu. Dan Yuichi merasa sedikit kehilangan saat tau adiknya bukanlah adik kecil yang dulu lagi.
Interaksi Madoka dan ibu bener bikin iri siapa pun. Pengen bangat bisa jadi ibu kayak Yukiko dan disayang semua orang. Ayah disini meski digambarkan serius, tapi menurut aku ayah adalah sosok yang luar biasa. Beliau menerima kekurangan ibu dan mampu membina keluarga tanpa ada pertengkaran sama sekali. Salut pokonya sama ayah dan kakek. Mereka gak ngungkit-ngungkit masa lalu ibu.
Intinya mereka kompak menjaga rahasia ibu. Rasa nggak suka pada orang dewasa kan berbeda sama rasa nggak suka pada anak-anak. – hal 71
Persahabatan
Persahabatan yang terjalin antara Madoka-Minami sangat manis. Begitu pula persahabatan antara Yuichi dan teman-teman se band-nya, lalu ada pertemanan erat antara ibu dengan seorang idol terkenal. Pertemenan yang paling bikin iri itu adalah pertemanan Yuichi dan teman-temannya.
Rasanya mengagumkan sekali melihat pertemenan mereka yang begitu erat dan di persatukan oleh kecintaan mereka akan band yang mereka bentuk. Aku menikmati sekali kegalauan mereka saat memutuskan untuk melanjutkan kuliah atau tidak. Terus kalau udah melanjutkan kuliah gimana, dan keteguhan mereka untuk band mereka Double Spin Round (DSR). Sampai-sampai mereka mikirin salah satu anggota band mereka yang tergolong kurang mampu untuk melanjutkan kuliah, padahal dengan kuliah di Tokyo impian untuk melebarkan musik mereka semakin besar. Pokonya pertemanan ini paling the best menurut aku.
“Kalau sampai kau menganggu keluarga salah satu anggota kami, tidak akan kami maafkan!” – hal 74
Konflik
Konflik di sini termasuk sederhana kali ya. Sebuah rahasia yang udah ketebak kemana ceritanya. Cuma karena menggunakan sudut pandang dua orang, jadinya konflik “rahasia” ini berkembang menjadi agak bertele-tele. Pertama kita udah dengar dari sudut pandang Madoka, eh ternyata di ulang lagi di sudut pandang Yuichi. Belum lagi hampir seluruh alur cerita ini hanya di bawakan oleh Yuichi dan Madoka. Dengan alur maju tanpa ada memori yang bisa memperjelas ada apa sebenarnya.
Ending
Ending ini agak supsrise banget menurut aku. Bukan suprise ada kejadian wow di endingnya, gimana penyelesaian buku ini terbilang cukup unik. Inti dari ending ini semua orang punya rahasia, dan kita harus menghargainya. Aku sempat tersenyum juga sih pas baca ending, dan ngucap eh bener juga sih. Kan tema novel ini tentang rahasia haha
Ada rahasia yang disimpan Yuichi.
Ada rahasia yang disimpan Madoka.
Ada rahasia yang disimpan oleh ibu. Rahasia yang tidak ingin aku katakan pada orang lain. Aku juga tidak ingin memastikannya. Rahasia keluarga. – hal 255 Secara keseluruhan aku menyukai novel keluarga satu ini. banyak hal yang diajarkan pada kita. Bagaimana hubungan seorang anak dan ibu bisa renggang hanya sebuah rahasia dan bagaimana perasaan-perasaan orang lain saat melihat seolah-olah aku tidak tahu apa-apa. Sedangkan mereka tahu. Pokoknya rahasia itu memang hal yang menyebalkan kalau sampai terendus.
Novel ini aku rekomendasikan untuk segala usia dan segala kalangan. Bacaan yang wajib masuk dalam daftar bacaan sehari-hari.
Sampai jumpa di review selanjutnya ^^